Pages

Minggu, 01 Mei 2011

^_^DEMOKRASI DALAM ISLAM "BAB I"^_^

 Assalamualaikum wr.wb...

Demokrasi dalam Islam

      Secara etimologi Demokrasi berarti “Pemerintahan oleh Rakyat”. Inilah yang membedakan demokrasi dengan istilah-istilah pemerintahan lainnya di mana tidak mempunyai hak paten dari rakyat. Amerika mendefinisikan demokrasi sesuai dengan apa yang diucapkan oleh Presiden ke-16 mereka, Abraham Lincoln (1809-1865): “Pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”. Dengan kata lain di dalam demokrasi terdapat partisipasi rakyat luas (public) dalam pengambilan keputusan yang berdampak kepada kehidupan bermasyarakat.
             Sampai saat ini demokrasi masih dianggap sebagai bentuk pemerintahan paling baik. Demokrasi bisa berbentuk kepresidenan atau parlementer. 

Kedua sistem administrasi ini, mempunyai perbedaan penerapan di setiap negara. Contohnya, Presiden Amerika Serikat mempunyai posisi terkuat di negaranya. Dia menjabat sebagai kepala negara, kepala pemerintahan, dan kepala angkatan bersenjata. Di lain pihak, presiden di negaranegara lain, di mana mempunyai sistem kepresidenan dalam administrasi pemerintahannya, tidak memiliki posisi yang kuat. Sama halnya dengan sistem parlementer. Sistem pemerintahan parlementer mempunyai perbedaan penerapan di banyak tempat . Di India, kepala negara
dipilih secara demokratis untuk masa jabatan tertentu.

     Sedangkan di beberapa negara lainnya, kepala negara dijabat oleh seorang Raja, seperti halnya Inggris dan Jepang. Kedaulatan (Sovereignty) Islam, sebagai agama yang demokratis, menempatkan manusia setara dan sederajat tanpa mengenal kasta dan kepercayaan.Dengan konsekuensi, undang-undang yang dipertimbangkan oleh Islam haruslah bersifat demokratis. Dalam hal ini, Demokrasi Islam berbeda dengan demokrasi barat dalam beberapa hal penting,di antaranya :
 

      Islam  telah mengakui bahwa kedaulatan hanya di tangan Allah (“God”) dan para wali-Nya yang
terpilih, yaitu dikenal sebagai khalifah. Seorang khalifah memerintah suatu negara atas nama Allah. Dia bukanlah pemimpin yang berdiri sendiri dan bebas berkehendak sesuai kehendak hatinya. Al Quran menyatakan bahwa segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi adalah milik Allah dan tiada seorangpun yang sederajat dengan-Nya.

Al Quran menjelaskan :
Katakanlah (wahai Muhammad): Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan (kedaulatan), Engkau berikan
kerajaan kepada yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari yang Engkau kehendaki.
Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki”
.
(QS. Al-Imran : 26).

    Dan dikatakan juga bahwa islam adlah agama yang sempurna. Allah telah menegaskan-nya dalam wahyu terakhirnya pada Rasulullah saw.yaitu surah al-maidah : 3
yang ARTINYA:
"Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah ku-cukupkan kan kepadamu nikmat-ku, dan telah ku-ridai islam itu menjadi agama bagimu"
   
      termasuk dalam kesempurnaan islam adalah disyariatkan untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan berbagai masalah dengan cara kekeluargaan tidak melalui jalan kekerasan.
karna suatu masalah dapat diselesaikan dengan baik apabila suatu permasalahan itu diatasi dengan sabar tanpa adanya emosional yang membuat keadaan atau permasalahan yang sedang terjadi semakin memburuk
 
        Sekian informasi dari saya mengenai DEMOKRASI DALAM ISLAM, semoga bermanfaat bagi pembaca ,saya menyadari bahwa blog saya ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih banyak kekurangannya. untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran anda yang mengunjungi blog saya, agar kedepannya saya dapat menyajikan informasi yang lebih baik lagi


wassalamualaikum wr.wb... 

 

0 komentar:

Posting Komentar